Wednesday, March 31, 2010

Angkot Dan Kemacetan

Siapa sih yang tidak tau Angkot atau angkutan kota?
Alat transportasi yang tidak gratis yang suka ngepot sana-ngepot sini dan berhenti mendadak membuat terkejut pengendara sepeda motor atau mobil yang berada di belakangnya nggak boleh  . Belum lagi kebiasaan angkot yang suka berhenti di sembarang tempat dan sudah pastinya membuat kemacetan semakin parah, ada sih yang lebih parah, lebih parahnya sopir angkot ini cuek-cuek saja cengar-cengir kayak kuda lumping yang gak pernah makan rumput.
Malahan ada beberapa dari kakaknya angkot yaitu bus kota, dengan tanpa beban, ngobrol sesama sopir buskota lain ( tapi satu juragan)  berbicara sana-sini waktu berpapasan dan berhenti di tengah jalan,  Untung mereka tidak minum kopi dan main catur sekalian, wah bisa beraber tuh dunia... benar-benar deh , pengemudi seperti ini mungkin  hati, perasaan dan logikanya sudah menguap bersama asap hitam nan tebal yang keluar dari kenalpot biskotanya.. 

Pagi hari, siang, sore sampai malam, angkot tetap beraktifitas mengais rupiah. Hidup memang keras dan penuh denga kompetisi. Kita memang harus berkompetisi untuk bisa memenangkan pertarungan atau setidaknya bisa bertahan di dalam pertarungan ini untuk kemudian mati dikalahkan ama kerasnya hidup tertawa.
Kita harus berkompetisi, tentunya dengan tidak melupakan kaidah-kaidah atau norma-norma kehidupan dan adanya kesadaran tentang kewajiban untuk menghargai hak-hak orang lain.senang 

Kehidupan kita memang tidak bisa lepas dari benda bernama Angkot bin Biskota ini. Pada kenyataannya benda-benda ini memang dibutuhkan oleh beberapa bagian kalangan. Tapi karena ketidak disipilinan dari  pengemudinya. imbasnya kita bisa menjumpai fenomena kemacetan yang di sebabkan angkot dan bis kota.
Di kota-kota besar hal ini memang sudah menjadi pemandangan dan kebiasaan sehari-hari, jadi mungkin masyarakatnya sudah terbiasa. Sebut saja di Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Surabaya. Kebiasaan angkot ini pasti sudah di mengerti dan di pahami. Tapi saya yakin anda akan berubah pikiran dan perasaan ketika anda dalam keadaan tergesa-gesa atau mengejar waktu . Pasti sumpah serapah dan umpatan akan keluarmarah, setidak nya dari hati anda, Kalau sudah begini saya sarankan anda untuk segera Istigfar saja..karena anda tiba-tiba menjadi orang yang tidak biasa..mengerlingkan mata ..

Pernah ada temen saya yang mengatakan, waktu itu saya masih ada di Jakarta. Pada saat saya dan teman saya ini pergi menuju ke kawasan Industri di daerah Cikarang,  Begitu keluar Tol  dan memasuki daerah Cikarang, saya langsung disuguhi dengan kemacetan yang lumayan menjengkelkan, karena saya memang sedang mengejar waktu. Saya bertanya kepada teman saya, "Kok macet, ada apa nih, kecelakaan?". Teman saya menjawab dengan enteng, "Yaah..selama masih ada angkot ya  pasti selalu ada Kemacetan".
Jawaban yang sadis tapi realistis. Memang benar seperti itu pada kenyataannya kan..menaikkan alis ..

Kalau mau di usut, salah siapa dosa siapa seperti kata Bang Ebiet G. Ade, ini kesalahan pada siapa?
Siapa yang salah siapa yang bertanggung jawab?
Kalau menurut saya Pihak yang berperan terhadap terjadinya keadaan yang tidak baik ini.

Pertama Jelas itu salah Pemerintah dengan aparatnya yang kurang tegas menindak dan menindak, sekali lagi Menindak, atau mungkin mereka tidak bertindak..saya tidak tahu,Semoga pemerintah mendengarkan deh. Tidak pernah ada ketegasan hukum di negara kita, hukum akan menjadi jelas kalau kasusnya sudah mencuat, pun masih bisa di otak-atik (otak-otak amat licik). Hlaa  kalo angkot mau di urusin secara hukum ya tidak ada duwitnya dong pak dhe..mending ngurus yang ada duitnya aja kali ya..
mungkin itu alasannya  bagi pemerintah mata duitan.  ahh..semoga saja tidak seburuk itu pemerintah kita ya..masa mau kalah sama China yang enam tahun lalu ada di belakang kita, sekarang sudah ada jauh di depan kita.

Kembali ke angkot, Kalau aparat pemerintah yang bertanggug jawab dalam hal ini bisa  lebih tegas dengan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, misal ada pengemudi angkot atau biskota tidak berhenti pada tanda S Coret, Tilang aja angkotnya..jangan suratnyaa...buat apa surat?bukannya masih bisa di manipulasi?eh kok malah di bayar ditempat, seperti jual beli saja ya...ya gak bakal sembuh korengnya...

Bagaimana nih pemerintah?perasaan dari saya kecil sampe sekarang masih tetep sama saja.
Apa pemerintah Lupa ya kalau marka jalan itu dibuat tidak dengan gratis. Sehingga acuh tak acuh ketika marka atau rambu jalan itu hanya menjadi penghias jalan, atau mungkin malah mempersempit jalan?

Atau memang aparatur yang bertanggung jawab dalam hal ini terlalu banyak pekerjaan, sehingga tidak mampu atau tidak bisa menertibkan pengguna jalan yang tidak disiplin dan berpotensi merugikan pengguna jalan yang lain. yah bilang saja angkot deh. bis kota deh..bajaj deh. Atau mungkin tidak niat karena kerja tidak kerja tetap mendapat gaji?saya tidak tahu...

Pihak kedua yang berperan dan harus bertanggung jawab dalam hal ini adalah pengemudi angkot itu sendiri. Jangan seenaknya dong berhenti disembarang tempat, ngepot sana ngepot sini, berhenti mendadak di tengah jalan dan langsung motong jalan yang pada akhirnya menimbulkan kemacetan. Pada saat melakukan tindak ketidak sopanan ini, kalau kita perhatikan wajah atau mimik Pengemudi angkot seoalah  minta kita untuk mengerti dirinya.
Kita sama-sama mencari makan, tapi tentunya harus dengan cara yang benar dan tidak berpotensi merugikan orang lain. Saling menghargai, saling memahami mungkin sebuah solusi. Atau mungkin ada solusi yang lain?

Yah itulah fenomena angkot yang sering menciptakan kemacetan yang panjang, motivasi yang pasti adalah karena mereka mengejar SETORAN!sapi 


Semoga Bermanfaat kopi



Gambar bus dan angkot diambil dari: http://foto.detik.com/images/content/2007/07/19/157/angkot4.jpg
Gambar pulisi di ambil dari: http://aminudin.net/wp-content/uploads/2009/06/kartun_polisi.jpg


Wednesday, March 24, 2010

Lidah Tak Bertulang

Lidah tak bertulang bukan hanya sebuah pepatah, tapi memang benar kalau kenyataanya lidah tidak bertulang.Lidah tidak bertulang biasanya di gunakan untuk mengkiaskan tentang kata-kata yang keluar dari mulut kita atau mulut orang lain.
Gara-gara lidah tidak bertulang ini kita sering di pusingkan atau di lempar ke dalam suatu keadaan yang tidak menyenangkan, entah oleh kata-kata kita sendiri atau oleh kata-kata orang lain. ya karena kita tidak bisa menjaga lidah ini. Ada juga yang menggunakan perumpaan pandai bersilat lidah. bukan lidah kita bisa menggunakan jurus-jurus pencak silat atau gimana..tapi pandai bersilat lidah adalah orang yang pandai menggunakan kata-kata untuk berkelit atau untuk menyerang orang lain demi kepentingan dirinya sendiri atau untuk melakukan pembenaran terhadap apa yang dia lakukan..

Hal yang berhubungan dengan pembelaan diri, atau beradu argumen sering di hubungkan dengan benda yang satu ini, Lidah. Karena lidah tidak bertulang, banyak orang dengan mudah mengeluarkan kata-kata, kalimat atau pernyataan yang pada akhirnya membuat dirinya terjebak ke dalam situasi yang kurang menguntungkan akibat kata-kata, kalimat atau pernyataan yang dia keluarkan.Kalimat yang tidak terkontrol ini sering keluar dari bibir orang yang sedang emosi dan pada akhirnya akan di dapati sebuah kesimpulan bahwa lidah memang tidak bertulang. Kita sangat rentan terpeleset kemudian terjatuh akibat dari pernyataan kita sendiri.
Apa yang sudah di bangun, sangat mudah runtuh dalam sekejap hanya karena kita tidak bisa menjaga lidah kita. 

Apalagi kalau kita sudah berdebat beradu argumen, dengan ritme yang cepat lidah mengalunkan kata-kata dengan cepat, kata-kata, kalimat dan pernyataan yang sering tidak melalui sensor logika akan sebab dan akibat dari pernyataan itu.

Malik Bin Anas pernah mengatakan..

"Perdebatan Itu Menyesatkan hati dan Mempusakai Kedengkian"

Kalau kita mau sedikit meluangkan waktu untuk mencoba merenungi apa yang di katakan Malik Bin Anas, itu memang sangat masuk akal. Karena hampir semua orang yang berdebat dan argumennya dapat di rontokkan, itu menciptakan dendam dan kebencian. Perdebatan juga Menyesatkan hati, itu memang benar, karena argumen yang di keluarkan disertai perasaan ingin menang dan mendapat pengakuan akan kebenaran  dari argumennya, nah kalau sudah begini bukan lagi kebenaran hakiki yang di cari, tapi sudah menyangkut kebenaran pribadi, ego dan keinginan untuk mendapat pengakuan dan dukungan dari orang lain. disinilah peran silat lidah sering kita dapati.

Ada orang bijak yang pernah mengatakan "Pada saat Manusia Sedang Emosi, sedang marah, Kemampuan berpikirnya ada pada LEVEL TERENDAH".

Tidak mungkin orang yang sedang berdebat tidak di sertai rasa amarah dan emosi, sekecil apapun itu pasti ada. Jadi sangat wajar kalau kita sedang marah dan emosi,kita sering mengeluarkan kata-kata atau pernyataan yang di kemudian hari itu akan merugikan kita sendiri.

Untuk mencari solusi dari suatu kasus atau masalah yang sedang terjadi, sebenarnya bisa di lakukan dengan DISKUSI yang interaktif. Diskusi tanpa disertai emosi, diskusi dengan penuh perasaan rendah hati, diskusi tanpa ego yang memuncak..
Tapi sayangnya, dari diskusi yang tadinya berjalan lancar pada ujungnya akan membawa kita pada kondisi debat yang penuh emosi dan ketegangan.
Kedewasaan kita di tuntut berperan disitu, kesadaran kita akan rasa yang menurut pepatah jawa Andap Asor Tepo Seliro (rendah hati dan menghargai orang lain_) itu sangat di tuntut. Karena tanpa itu semua Diskusi hanya akan menjadi ajang adu mulut dan adu kebenaran menurut versi masing-masing individu.

Saya rasa hal ini bisa dilakukan dengan catatan kita masih bisa mengingat akan sebuah rasa rendah hati dan tidak merasa benar sendiri.
Ingat, Yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki bukanlah Bom Atom, tapi yang menghancurkan dua kota besar di Jepang itu adalah sebuah AMARAH. kalau kita kritis kita bisa menyimpulkan, bahwa amarah adalah mesin pembunuh yang paling mengerikan. dari mana datangnya amarah ini..berawal dari sebuah nyanyian lidah-lidah yang kemudian menyimpulkan dengan lidah yang kemudian memacu hati untuk merasakan amarah.  

Saya jadi terbawa pada suatu masa dimana ketika kami sedang berdiskusi dan terjadi adu argumen, moderator menyela dengan ucapan" Marilah kita untuk Sejenak berasama-sama mengucap Istighfar..Astaghfirullaaah...."
Semoga bermanfaat..



Tuesday, March 23, 2010

DEMENSIA Alias PELUPA

Gara-gara kunci kendaraanku di bawa ama temenku di kantorku, menggelitik jiwa deh untuk nulis artikel yang ada relevansinya ama kejadian ini. Cerita gini, doi aku mintain tolong buat markir kendaraan ku, dan pada saat jam pulang kerja aku masih saja berkutat ama kecanggihan internet sampai jarum jam tidak terasa sudah nunjuk ke angka 30 dan yang satunya mendekati angka 10. Tiba-tiba aku pengen pulang karena hujan sudah mulai turun dari dari langit yang lumayan tinggi. tapi memang tinggi sih..hehehe..
Nah...pada saat aku mencari kunci kendaraanku, aku tidak menemukannya. dan setelah aku pikir dan aku coba rasakan, jangan-jangan di bawa sama temen kantorku, tapi tetep aku cari dan terus cari walaupun sampai pada akhirnya aku tidak bisa menemukannya dan pada akhirnya aku menghubungi temenku. waktu aku telpon dia bilang kunci udah di kasih ke aku..aku cari lagi...dan tidak ketemu..terus dia telpon balik...eeeh...kuncinya ada di dalam tasku....weks!
hahahaha..dongkol campur geli, akhirnya dia dengan berbaik hati (terpaksa tidak ya dia) mau mengantarkan kunci ke kantor..
Yaaah....namanya juga lupa..mau di apain lagi...tapi jangan sering-sering dooooong....ntar lupa arah pulang ke rumah lagi...


Jadi inget sama artikel yang membahas masalah pelupa ini. 
Penyakit lupa atau demensia merupakan penyakit degeneratif akibat kematian sel-sel otak dan umumnya menyebabkan kemunduran fungsi intelektual atau kognitif, yang meliputi kemunduran daya mengingat dan proses berpikir.

Penyebabnya secara pasti masih belum ditemukan sih hingga saat ini, namun para ahli menyebutkan beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu terjadinya kepikunan seperti sering minum alkohol dan menggunakan narkoba, masalah keturunan, pernah mengalami benturan di kepala dan stroke.

Demensia merupakan penyakit degeneratif otak progresif yang disebabkan timbulnya neurotangles. Yaitu, suatu bentuk plak-plak yang tinggal di saraf otak. Neurotangles ini menyebabkan sel-sel otak cepat rusak dan mati. Sehingga, muncul gangguan pada fungsi memori dan timbul kepikunan.

Otak penderita demensia mengalami kerusakan akibat adanya beberapa sel saraf yang mati di sejumlah bagian penting. Otak akan mengkerut sehingga terjadi gap atau kerenggangan dalam daerah cuoing temporal dan hippocampus. Kedua bagian ini sangat berperan dalam menyimpan memori dan mengolah informasi baru. Dari sini akan muncul pengaruhnya pada kemampuan seseorang untuk mengingat, berbicara juga mengambil keputusan.

Sementara, produksi beberapa zat kimia penting dalam otak seperti acetylcholine juga ikut terpengaruh (itu kata buku lho..). Masih belum diketahui apa penyebab matinya sel saraf dalam otak. (masih belum di ketahui lagi kan..) Namun ada sejumlah karakteristik yang muncul pada otak setelah sel-sel itu mati, yaitu terjadinya kerumitan dalam kepingan protein yang bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop (tau mikroskop kan?hihi...).

Dampak dari kerusakan sel-sel saraf itu menyebabkan orang akan kehilangan sebagian memori. Ditandai dengan kelupaan menaruh benda, melupakan janji dengan teman atau bahkan lupa nama seseorang. Yang parah, gejala macam ini sudah kerap dialami oleh mereka yang berusia muda. Tahap yang lebih parah dari ini adalah ketika kita lupa menemukan suatu kata yang tepat untuk mengartikan ucapan seseorang. Bisa juga kita lupa mencari kata untuk mendefinisikan sesuatu. Semua kepikunan ini akan berpengaruh pada kepribadian dan perubahan mood.

Dalam kaidah herbalis, kepikunan bisa disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan sistem tubuh. Tubuh yang tidak harmonis ini akan memiliki gelombang atau Medan Electro Magnet (MEM) yang tidak stabil pula. Ketidakstabilan MEM akan mempengaruhi mekanisme sistem hormon, sistem saraf dan sistem daya tahan tubuh menjadi terganggu.

MEM yang terganggu menyebabkan meningkatnya hormon kortisol. Hormon ini menyebabkan terjadinya penuaan dini (premature aging) dengan gejala-gejala melemahnya beberapa organ penting seperti pendengaran, penglihatan, daya ingat dan sebagainya.

Untuk mengatasi penyakit lupa dan menstabilkan MEM memang tidak mudah, namun ada beberapa cara yang insya Allah dapat membantu dan mengurangi kepikunan tersebut dengan melakukan:

1. Kurangi Makanan yang Berlemak: Diet dengan membatasi total kalori serta konsumsi lemak sebesar 15 – 20% dapat membantu mencegah kepikunan. Efek negatif konsumsi lemak tinggi adalah menyebabkan terciptanya plak aterosklerosis, berkembangnya penyakit-penyakit kardiovaskuler, arteri koronari, dan cerebrovaskuler sehingga menghambat asupan oksigen ke otak melalui pembuluh arteri.

Banyak mengkonsumsi ikan yang kaya asam lemak omega 3 dokosaheksaenoat (DHA), seperti ikan tuna dan salmon, dapat mengurangi penurunan kinerja kognitif pada orang-orang tua, kalau tidak punya uang buat belinya ya makan aja ikan asin yang banyak..hahahaha.... 

Di otak, DHA berperan dalam mengatur fluiditas dan permeabilitas membran sel, menjaga aktivitas enzim-enzim yang terikat membran dan kinerja neurotransmiter (dopamin dan serotonin). Neurotransmiter ini bekerja sebagai penghubung antara otak ke seluruh jaringan saraf dan pengendali seluruh fungsi tubuh. Serta mengkonsumi beberapa vitamin yang bisa menjaga kesehatan otak seperti vitamin B kompleks, vitamin C dan E, fosfatidilserin, ubiquinon, asetil – L – karnitin dan ginkgo biloba.

2. Perpanjang Sujud dan Puasa: Dalam keadaan MEM yang tidak stabil, perubahan kedudukan akan turut membantu memulihkan kesehatan. Dalam keadaan sujud, di mana posisi jantung lebih tinggi dari kepala membuat aliran darah mudah menuju ke kepala. Darah yang berisi oksigen itu memang sangat dibutuhkan oleh otak guna mengoptimalkan fungsinya. Karena itu, memperpanjang sujud, khususnya pada salat tahajud, akan memberikan kesempatan kepada otak memenuhi kebutuhan oksigen secara maksimal. Selain itu, sujud dalam kedaan semua anggota tubuh beristirahat sangat membantu memperbaiki kestabilam MEM.( tuuh kan..jadi tau kan ente apa manfaatnya gerakan dalam Sholat..masih suka sholat gak?)

Sedangkan puasa berfungsi menekan otak untuk melakukan pengimbangan MEM. Hal ini dapat dilihat ketika seseorang berpuasa, otak akan banyak mengeluarkan omega 3 yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel saraf. Di samping itu, puasa dapat menurunkan kadar kortisol dan memperbaiki mekanisme pelepasan kortisol. Kortisol dalam aksinya akan mencegah/menahan penggunaan glukosa oleh hipokampus, menghambat transisi sinapsis dan menyebabkan neuron/sel saraf luka (injury) serta kematian sel.

Puasa juga dapat menurunkan level lipid peroksidase, yaitu suatu enzim yang dapat menghasilkan radikal-radikal bebas dan meningkatkan level dehidroepiandrosteron, yaitu suatu hormon yang penting untuk optimalisasi fungsi otak. Tidak mengherankan jika Rasullulah berkata bahwa puasa itu menyehatkan.

3. Olahraga. Para ahli berpendapat bahwa olahraga yang teratur ternyata dapat memperbaiki aspek-aspek fungsi kognitif sebesar 20 – 30%. Oleh karena itu, olahraga sangat disarankan karena dapat menahan laju kepikunan. Dalam suatu studi, orang tua yang berusia 40 – 60 tahun dan mau melakukan olahraga secara teratur memiliki resiko kepikunan yang lebih rendah dibanding mereka yang tak berolahraga. Olahraga diketahui meningkatkan aliran darah otak dan produksi faktor-faktor pertumbuhan untuk syaraf.

4. Latihan otak. Yang dimaksud dengan latihan otak adalah memberikan stimulasi kognitif, seperti berdiskusi tentang topik aktual, mengisi teka-teki, main catur, mendengarkan musik nostalgia dan berkesenian, dapat membantu mempertahankan kemampuan kognitif. Latihan tersebut mendorong berkembangnya dendrit dan meningkatnya plastisitas sistem syarat pusat.

Begitulah kiranya artikel tentang pelupa ini...jangan jadi pelupa lagi ya kalo sudah baca ...syukur-syukur mau berlatih gimana caranya supaya tidak menjadi pelupa..kalo ngga mau berlatih ntar bisa-bisa kayak kartun ini deh...
Semoga Bermanfaat...

Jasa Ketik Surabaya: Solusi Praktis dan Ekonomis untuk Kebutuhan Dokumen Anda

  Surabaya, sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, memiliki berbagai kebutuhan administratif, baik untuk keperluan bisnis, akademik,...